Feeds RSS

Rabu, 24 Februari 2010

6 Kiat Menghalau Pembobolan Rekening

1. Gunakan hanya kartu chip, kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda harus minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.

2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda. Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, cellotape apa saja yang tidak transparan

3. Ubah PIN Anda sesering mungkin. Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.

4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank, seperti misalnya nama gadis ibu kandung dan lainnya. Kecuali memang yakin bahwa itu prosedur yang harus dilalui. Sebab sekarang banyak sekali pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi) dengan alasan kerja sama dengan pihak bank penerbit kartu, menawarkan produknya secara telemarketing dan Anda diminta memberikan informasi pribadi ini.

5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto ebet terhadap account anda. Ini berbahaya, lebih baik bila kurang yakin, Anda meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada bank penerbit apakah benar pihak bank punya kerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan bagaimana aturan main serta risikonya.


6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant, jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.

Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.

Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).

Rabu, 17 Februari 2010

SISTEM KEUANGAN ISLAM

SISTEM KEUANGAN ISLAM

Fungsi dan Tujuan Sistem Keuangan Islam
Peran utama dari sistem keuangan adalah untuk menciptakan insentif untuk alokasi yang efisien atas keuangan dan sumber daya nyata untuk tujuan kompetisi dan tujuan menembus ruang dan waktu. Sistem keuangan yang berfungsi dengan baik, menaikkan investasi dengan mengidentifiasi dan mendanai kesempatan usaha yang baik, memobilisasi tabungan, memantau kinerja manajer, memberikan kesempatan atas perdagangan, mencegah dan mendiversifikasi resiko, dan memfasilitasi pertukaran barang dan jasa. Fungsi-fungsi ini menentukan pada alokasi sumber daya yang efisien, akumulasi modal fisik dan manusia yang cepat, dan kemajuan teknologi yang lebih cepat, yang akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga kesejahteraan ekonomi dengan kesempatan kerja penuh (full employment) dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, keadilan sosioekonomi dan distribusi pendapatan serta kekayaan yang wajar, stabilitas nilai uang, dan mobilisasi serta investasi tabungan untuk pembangunan ekonomi yang mampu memberikan jaminan keuntungan (bagi hasil) kepada semua pihak yang terlibat. Sehingga dari fungsi tersebut dapat disimpulkan, bahwa menurut perspektif Islam, tujuan perbankan dan keuangan Islam adalah :
1. penghapusan bunga dari semua transaksi keuangan dan pembaharuan semua aktivitas keuangan dan perbankan agar sesuai dengan prinsip Islam
2. pencapaian distribusi pendapatan dan kekayaan yang wajar, dan
3. promosi pembangunan ekonomi.
Dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penerapan sistem keuangan Islam maka dapat terbentuk sistem keuangan Islam yang efisien diharapkan dapat menampilkan beberapa fungsi. Pertama, sistem tersebut harus memfasilitasi perantaraan keuangan yang efisien untuk mengurangi biaya informasi dan alokasi. Kedua, sistem tersebut harus didasarkan pada sistem pembayaran tetap/stabil. Ketiga, seiring dengan peningkatan globalisasi dan permintaan atas integrasi keuangan, sistem keuangan harus menciptakan pasar modal dan uang yang cair, efisien, dan likuid. Dan pada akhirnya, sistem tersebut harus memiliki pasar yang berkembang dengan baik untuk memperdagangkan risiko, dimana para pelaku ekonomi bisa membeli dan menjual perlindungan terhadap resiko kejadian (event risk) dan juga resiko keuangan.
Risiko selalu ada dalam semua sistem keuangan, risiko sering diasosiasikan dengan fiduciary money, piutang yang gagal bayar, kesalahan operasional, bencana alam dan kesalahan karena faktor manusia. Sistem keuangan Islam mengandung semua risiko tersebut, dan yang paling unik di sistem keuangan Islam adalah risiko yang timbul dari penerapan prinsip profit and loss sharing (PLS). Namun ada dua alasan : Pertama, ada tuntutan moral untuk menolak kehadiran bunga dalam sistem keuangan. Keyakinan seorang muslim tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kedua, terdapat kepuasan tersendiri ketika ketentuan Tuhan ini bisa membantu merealisasikan tujuan-tujuan kemanusian, yang salah satu unsur terpentingnya dalah penerapan prinsip-prinsip keadilan.
Ketangguhan Sistem Ekonomi Islam
Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi, yaitu sektor riil dan sektor non riil, yang aktivitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. Ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar secara luas.1
Larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal di sektor ekonomi rill, karena 1. Menggerakkan ekonomi riil.
penanaman modal di sektor lain (non-riil; seperti pasar uang maupun pasar modal) dilarang dalam syariah.2 Kalaupun masih ada yang berusaha menaruh sejumlah modal sebagai tabungan atau simpanan di bank (yang tentunya juga tidak akan memberikan bunga), modal yang tersimpan tersebut juga akan dialirkan ke sektor riil bisa dalam bentuk kerjasama (syarikah),3 sewa menyewa4 maupun transaksi perdagangan halal di sektor riil lainnya.5
Walhasil, setiap individu yang memiliki lebih banyak kelebihan uang bisa menginvestasikan-nya di sektor ekonomi riil, yang akan memiliki efek berlipat karena berputarnya uang dari orang ke orang yang lain. Sebaliknya, keberadaan bunga, pasar keuangan, dan judi secara langsung adalah faktor-faktor yang menghalangi perputaran harta.
2. Menciptakan stabilitas keuangan dunia.
Dengan diterapkannya sistem keuangan Islam (mata uang Islam dinar dan dirham, larangan riba6 dan penerapan ekonomi berbasis sektor riil yang melarang spekulatif di pasar keuangan derivatif7) akan tercipta stabilitas keuangan dunia. Setelah lebih dari 14 abad daya beli/nilai tukar dinar memiliki nilai yang tetap. Hal ini terbukti dengan daya beli 1 dinar pada zaman Rasulullah saw. yang bisa ditukarkan dengan 1 ekor kambing. Pada saat ini pun 1 dinar dapat ditukarkan dengan 1 ekor kambing (1 dinar sekarang sekitar Rp 800.000) (Iqbal, 2007, hlm. 55).8
3. Tidak mudah diintervensi asing/mandiri.
Negara yang menerapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif—sebagaimana telah diuraikan—akan melaksanakan politik swasembada; mengurangi (meminimkan) impor; menerapkan strategi substitusi terhadap barang-barang impor dengan barang-barang yang tersedia di dalam negeri; serta meningkatkan ekspor komoditas yang diproduksi di dalam negeri dengan komoditas yang diperlukan di dalam negeri ataupun menjualnya dengan pembayaran dalam bentuk emas dan perak atau dengan mata uang asing yang diperlukan untuk mengimpor barang-barang dan jasa yang dibutuhkan.
Dengan menerapkan sistem keuangan Islam global yang komprehensif negara menjadi kuat dan mandiri. Niscaya hal tersebut akan menjadikan negara tidak mudah diintervensi oleh pihak asing.9
Khatimah
Berdasarkan uraian tersebut, sistem keuangan Islam mustahil dilaksanakan oleh individu atau sekelompok masyarakat saja. Kita tidak mungkin berharap negara kapitalis sekular akan menerapkan sistem keuangan Islam tersebut. Hanya institusi negara Khilafah yang mampu menerapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif.
Berdasarkan kaidah “Mâ lâ yatimm al- wâjib illâ bihi fa huwa wâjib (Selama suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib),” maka menjadi kewajiban kita bersama untuk mendirikan negara Khilafah Rasyidah yang mengemban dan menerapkan syariah Islam (termasuk sistem keuangan Islam), yang akan menghidupkan kita dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan dalam limpahan keberkahan Allah ‘Azza wa Jalla. [Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si.; Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam Univ. Muhammadiyah Surakarta]

Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Tentang Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
Sistem kekebalan pertahanan tubuh melawan organisme menular dan penyerang lainnya. Melalui serangkaian langkah-langkah yang disebut respon imun, serangan sistem kekebalan tubuh organisme dan zat-zat yang menyerang sistem tubuh dan menyebabkan penyakit.
Sistem kekebalan tubuh terdiri dari jaringan sel, jaringan, dan organ yang bekerja sama untuk melindungi tubuh.. Sel-sel yang terlibat adalah sel darah putih atau leukosit, yang datang dalam dua tipe dasar yang menggabungkan untuk mencari dan menghancurkan organisme penyebab penyakit atau zat.
Leukosit diproduksi atau disimpan di banyak lokasi dalam tubuh, termasuk timus, limpa, dan sumsum tulang.. Ada juga rumpun jaringan limfoid di seluruh tubuh, terutama sebagai kelenjar getah bening, rumah yang leukosit.
Leukosit beredar melalui tubuh antara organ-organ dan kelenjar getah bening melalui pembuluh limfatik dan pembuluh darah. In this way, the immune system works in a coordinated manner to monitor the body for germs or substances that might cause problems. Dengan cara ini, sistem kekebalan tubuh bekerja secara terkoordinasi untuk memantau tubuh untuk kuman atau zat-zat yang mungkin menimbulkan masalah.
Dua jenis leukosit dasar adalah:
1. phagocytes, sel yang mengunyah menyerang organisme
2. limfosit, sel-sel tubuh yang memungkinkan untuk mengingat dan mengenali penyerbu sebelumnya dan membantu tubuh menghancurkan mereka
Sejumlah sel yang berbeda dianggap phagocytes. Jenis yang paling umum adalah neutrofil, yang terutama bakteri perkelahian. Jika dokter khawatir infeksi bakteri, mereka dapat memesan tes darah untuk melihat apakah pasien memiliki jumlah peningkatan neutrofil dipicu oleh infeksi. Jenis lain phagocytes memiliki pekerjaan sendiri untuk memastikan bahwa tubuh merespon dengan tepat untuk jenis tertentu penyerbu.
Kedua jenis limfosit adalah limfosit B dan T limfosit. Limfosit mulai keluar dalam tulang sumsum dan baik tinggal di sana dan tumbuh menjadi sel B, atau mereka berangkat ke kelenjar thymus, dimana mereka menjadi sel T dewasa. Limfosit B dan limfosit T memiliki fungsi terpisah: B limfosit adalah seperti tubuh sistem intelijen militer, mencari sasaran mereka dan mengirim pertahanan untuk mengunci ke mereka.. Sel T adalah seperti tentara, menghancurkan penyerbu bahwa sistem intelijen telah diidentifikasi.
Berikut adalah cara kerjanya:
Ketika antigen (zat asing yang menyerang tubuh) yang terdeteksi, beberapa tipe sel bekerja sama untuk mengenali mereka dan menanggapi. Sel-sel ini memicu limfosit B untuk memproduksi antibodi, protein khusus yang mengunci ke antigen tertentu.
Sekali diproduksi, antibodi ini tetap ada dalam tubuh seseorang, sehingga jika antigen yang sama disampaikan kepada sistem kekebalan lagi, antibodi yang sudah ada di sana untuk melakukan pekerjaan mereka. Jadi, jika seseorang mendapat sakit dengan penyakit tertentu, seperti cacar air, orang biasanya tidak sakit dari itu lagi.
Ini juga bagaimana imunisasi mencegah penyakit tertentu. Memperkenalkan imunisasi tubuh untuk antigen dengan cara yang tidak membuat seseorang sakit, tetapi tidak memungkinkan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akan melindungi orang dari serangan di masa depan oleh kuman atau zat yang menghasilkan penyakit tertentu.
Meskipun antibodi dapat mengenali antigen dan kunci ke atasnya, mereka tidak mampu menghancurkan tanpa bantuan. Itulah tugas sel T, yang merupakan bagian dari sistem yang menghancurkan antigen yang telah ditandai oleh antibodi atau sel-sel yang telah terinfeksi atau entah bagaimana berubah. (Beberapa sel T sebenarnya disebut "sel pembunuh.") Sel T juga terlibat dalam membantu sinyal sel-sel lain (seperti phagocytes) untuk melakukan pekerjaan mereka.
Antibodi juga dapat menetralisir racun (zat beracun atau merusak) yang dihasilkan oleh organisme yang berbeda. Terakhir, antibodi dapat mengaktifkan sekelompok protein yang disebut pelengkap yang juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Complement assists in killing bacteria, viruses, or infected cells. Pelengkap membantu dalam membunuh bakteri, virus, atau sel yang terinfeksi.
Semua sel-sel khusus ini dan bagian-bagian dari sistem kekebalan tubuh menawarkan perlindungan terhadap penyakit. This protection is called immunity. Perlindungan ini disebut kekebalan.